Jeremi: Liburan Ke Yogya

Setelah mengambil raport semester 1 ku, kami berjalan menuju Yogya.  Mulanya lumayan senang karena liburnya langsung jalan-jalan, tetapi terjadi hal yang menarik.  Sebelumnya aku ceritakan dulu perjalananku.

Kami berjalan dari Jakarta ke Yogya tetapi tidak seharian saja.  Kami melewati jalur utara.  Di Indramayu, kami lapar dan makan di Pringsewu Indramayu.  Bukan kebetulan lho, karena sebelum perjalanan ini (perjalanan sebelumnya) kami makan di Pringsewu Banjar dan Pringsewu menjadi makanan favoritku jika pergi ke Yogya atau tempat-tempat di Jawa Tengah lainnya.  Setelah makan, dari Indramayu kami pergi ke Palimanan lewat Jatibarang.  Di perjalanan kami melihat sawah-sawah dan hasil panen bawang.  Sampai di Palimanan kami langsung masuk ke tol Kanci.  Tidak disangka kami harus membayar mahal untuk melewati tol itu.  Kami pergi ke Tegal dan ke arah selatan sampai di Purwokerto, dimana kami menginap di sebuah hotel karena hari sudah malam.  Tempat tidurnya sangat enak.  Makan paginya juga enak, ada nasi goreng, bihun, roti dan lainnya.  Aku nambah terus karena sangkin enaknya.

Kami melanjutkan perjalanan ke Yogya melewati Purworejo ke Selatan.  Kami sampai di Yogya melewati Temon dan di sana kami makan siang.  Kami makan di sebuah toko.  Toko itu menjual baju, soto, gudeg dan barang-barang lainnya.  Keliatannya sih ga enak makanannya, tetapi setelah dicoba, enak sekali ternyata.  Kami melanjutkan perjalanan ke kota Yogya.

Sampai di kota Yogya kami mencari hotel untuk menginap, tetapi sampai sore kami tidak menemukannya, sampai akhirnya kami menemukan hotel yang bernama Mawar Asri.  Setelah memasukkan barang-barang ke hotel, kami pergi ke Mirota Batik untuk membeli batik baru pulang dan tidur.  Keesokan paginya kami makan di hotel dan ternyata makanan paginya adalah sup.

Kami kemudian pergi ke candi Ratu Boko. Tempatnya sangat luas sampai aku capai mengelilinginya.  Setelah itu kami kembali ke hotel dan memarkir mobil, lalu pergi ke dekat hotel untuk membeli batik lagi.  Setelah itu kami pergi ke Wijilan untuk makan gudeg.  Gudegnya enak banget! Lalu kami mengelilingi alun-alun kota Yogya.  Inong memebli wedang ronde di perjalanan.

Keesokan harinya adalah hari Sabat, kami pergi ke gereja di Manisrenggo karena ada anggota kami di sana.  Kami juga menginap disana.  Keesokan harinya, kami memutuskan kembali ke Jakarta dengan cara santai.  Kami ke Salatiga dulu dan jalan-jalan ke Kopeng.  Ada air terjun disana, dari jauh suaranya keras, saat kami sampai di air terjun itu, rupanya air terjunnya kecil, tidak sebesar air terjun di dekat Unai.  Agak kecewa sih bersusah payah untuk melihat air terjun yang kecil.

Sampai di Semarang hari sudah gelap.  Kami makan bebek goreng di sana.  Enak sekali bebek gorengnya. Setelah itu kami menginap di hotel kecil di pertengahan kota.  Esoknya, kami mau makan di hotel, tapi tiket makannya cuam 2.  Inong mengalah jadi aku dan Among pergi makan.  Kami mendapatkan ansi goreng, telur, tempe, oncom dan minuman, dan tidak boleh nambah.  Kami kemudian berangkat ke Pekalongan dan mampir di sana untuk membeli batik keluarga.

Kami berjalan terus hingga samapi di Cirebon.  Sampai di sana hari sudah malam.  Kami mencari Pringsewu, tapi tidak disangka tempatnya berada dekat Karangampel.  Kami berbalik lagi ke Cirebon untuk menginap.  Keesokan harinya kami berkeliling sebentar di Cirebon.  Mataku sangat tidak kuat terkena cahaya, jadi aku menunduk.  Inong dan Among mengira aku cemberut dan langsung memarahiku, akupun jadi sedih.

Selanjutnya kami pun melanjutkan perjalanan ke rumah.  Di dekat Cikampek kami makan durian.  Aku senang jalan-ajalan dan membeli banyak oleh-oleh (tidak untuk dibagi!).

Pesanku jika jalan-jalan ke Yogya naik mobil adalah:

- jangan terburu-buru pergi ke Yogya

- tak lari gunung dikerjar, jadi, jangan lewat tol Kanci ya!

- coba makan di Pringsewu, Pringgading atau Kabayan restoran, karena makanannya enak dan jika saat makan disana kita sedang berulang tahun akan diberikan bingkisan menarik yang berbeda di setiap lokasi.

- ga usah ke Kopeng! ga seru deh pokoknya!

sekian dulu ya!

terimakasih

Leave a comment »

Jeremi : Ke Luar Negeri

Beberapa hari sebelum UTS I, aku diajak inongku ke luar negri.

Hari pertama ke Singapura.  Aku dan inong pergi ke Singapur menggunakan pesawat.  Baru pertama kalinya naik pesawat ke luar negri, jadi aku senang.  Aku dan inong sampai di sana malam-malam dan menginap di hotel backpacker.  Tempatnya kecil dan kasurnya tidak begitu luas.  Paginya di hotel itu, kami hanya makan roti isi, tetapi dapat menggunakan internet.  Setelah itu, kami pergi ke Jurong Birdpark.  Aku melihat banyak sekali spesies yang termasuk burung (tidak termasuk ayam asli Indonesia dan bebek).  Senang sekali melihat banyak burung.  Setelah itu, aku sempat berfoto dengan burung-burung kecil.  Sorenya, kami makan di Bongo Burgers.  Ayam dan burgernya besar-besar!  Aku sangat puas meliat satwa-satwa burung dan makan ayam dengan porsi lebih besar daripada porsi McD.  Malamnya, kami mencari bus malam untuk pergi ke Penang.

Sampai di Penang, kami jalan-jalan ke kuil-kuil di sana.  Tidak terlalu menarik. Malamnya kami hendak menonton Smurf, tetapi jadwal tayangnya sudah lewat.  Daripada kecewa kami menonton Johny English.  Filmnya sangat seru dan lucu.  Setelah itu kami mencari tiket kereta untuk sampai ke Kuala Lumpur.

Di Kuala Lumpur kami mencari Smurf tetapi tempatnya belum buka.  Kami hendak ke Petrosains, tetapi belum juga buka. Akhirnya kami di taman duduk-duduk.  Aku belajar di sana untuk mempersiapkan diri untuk UTS.  Beberapa saat kemudia kami kembali ke Petrosains.  Tempatnya ternyata sangat seru dan asyik.  Kami melihat Dinosaurus, penemuan-penemuan serta pengasahan otak.  Aku pun sampat menyerah saat membuat alat untuk seekor beruang mainan agar tersambung pada alarm.  Lalu ada teknik untuk mengatur pembalam dan kendaraannya.  Inong yang menjadi juara pertama, aku juara kedua dan orang lain sebagai juara ke-3.  Ada juga cara mengatur keuangan dan cara meningkatkan mata uang.  Aku dan Inong merasakan angin tornado di sebuah tabung besar.  Saat mencobanya, anginnya sangat kencang sehingga aku susah bernafas.  Ada juga tempat dimana kasurnya dari paku, tetapi saat tidur di atasnya kita tidak merasakan tertusuk.  Aku mencoba alat pengukur detak jantung dan lain-lainnya.  Setelah itu kami kembali mencari Smurf tetapi ternyata mulainya jam 2 sore.  Kami memilih untuk tidak tergesa-gesa dan makan di stasiun baru melanjutkan perjalanan.  Kecewanya, Inong salah mengambil karcis sehingga yang kami masuki adalah kereta yang lajurnya seperti di Indonesia.  Kami hampir saja terlambat tetapi untung beberapa menit lebih cepat sehingga aku dapat membeli souvenir-souvenir.  Setelah waktunya masuk pesawat baru berangkat ke Jakarta.

Senang rasanya pulang kembali, tetapi senang dan capek tercampur dalam perjalanannya.

Leave a comment »

Inong: Ulang Tahun Jeremi ke-11

Jeremi diajak pergi ke Bandung untuk ngerayain ulangtahunnya yang ke-11.  Apa yang dibeli Jeremi di Bandung? Kemana Jeremi jalan-jalan di Bandung? Hehehe.  Tidak akan jauh-jauh dari makanan enak!

Leave a comment »

Inong: Dari Inong

Kekel: Mong, kenapa sih Inong pergi-pergi terus. Emang ke luar negeri lagi apa? Pergi kemana lagi sih Inong?  Besok Inong pergi lagi engga? Nanti Inongnya pergi terus, pergi terus.

Among: Yeeey, cerewet amat sih.

Kekel: Cerewet-nya aku kan dari Inong.

*gedubraakkkk

Leave a comment »

Inong: Jeremi Menabung

Jeremi suka banget mainin handphone Among. HTC Diamon. Karena selain gampang connect ke internet, ada game-nya, juga kapasitas nyimpen-nya besar, jadi Jeremi bisa nyimpen gambar-gambar.  Setiap hari Sabtu, Jeremi dan Among tukeran handphone.

Suatu hari, Among telpon Inong yang masih di jalan:

Among: Nong, liat HTC ga?

Inong: Engga

Among: Ah, berarti hilang

Inong: Hilang?

Among: Iya, Kekel lupa taro dimana.

Kebetulan memang sabtu sebelumnya, pulang gereja, kita agak panik karena Inong mengira dompetnya hilang. Nyari-nyari di mana-mana engga ketemu, ternyata ketinggalan di rumah, di dalem tas yang biasa dipake ke kantor.  Sejak itulah Kekel engga inget dimana nyimpen handphone-nya.  Among dan Kekel pergi nyari ke gereja, siapa tau jatuh atau ketinggalan. Engga ketemu juga.  Lalu Kekel kirim sms sama Inong: Nong, maafin aku ya, nanti kalo aku udah ada uang, handphone-nya aku ganti. Aku sayang Inong. (ooooooooh)

Kekel lalu dihukum, ga boleh nonton TV dan ga boleh main komputer.  Jadi sebagai gantinya, setiap sore dia duduk-duduk baca-baca buku-nya yang bejibun dan belum semuanya dibaca.  Setiap kali Inong suruh dia nyapu atau mijit atau apapun Kekel akan dibayar antara Rp 5,000-Rp 10,000.  Kadang-kadang kalau jual koran bekas, hasilnya buat tabungan Kekel.  Kekel juga ternyata punya taktik. Kekel engga mau lagi jajan di sekolah, semua uang saku-nya ditabung.  Hanya sebulan, Kekel udah dapet Rp 200,000-

Waktu Among nyedot debu, tau-tau Among ketawa sendiri.  Ternyata, Among ketemu handphone HTC-nya.  Keselip dibawah meja, diantara koran dan majalah, keliatannya jatuh dari meja tempat TV. Lhah?

Jeremi langsung mengklaim hak-nya atas nonton TV dan main game komputer.

Nabungnya? Teteup. Sampe sekarang Jeremi paling ga mau disuruh jajan di sekolah.

Leave a comment »

Inong: Jeremi hair-dryer-an di Horison

Leave a comment »

Inong: How to Makes Kekel Happy

Bagaimana cara terbaik membuat Jeremi happy?

Kasih komputer, suruh main game!

Among sedang sakit di rumah sakit. Alergi obat. Inong sedang sangat sedih dan cape.  Pusing mikirin harus pulang ke rumah, nyuci, nyetrika, beres-beres sendiri… haduuhh, jadinya Inong memutuskan untuk tidur di hotel Horison bekasi, yang lumayan deket dengan rumah sakit.

Kekel seneng banget, wifi-an selama tiga jam nonstop, lalu main air di bathtub dan makan sepuasnya pas breakfast. Inong tanya: udah kenyang Kel? Kata Kekel: hampir nong, disini makanannya enak-enak.

*inong jadi pengen nangis*

Leave a comment »

Inong: Sepatu dan Baju

Dari kantor Inong, Jeremi dapet beasiswa Rp 500,000-.  Pikir-pikir, lumayan, untuk Jeremi beli sepatu, karena sepatu-sepatunya udah kekecilan. Lalu Among dan Jeremi pergi beli sepatu. Ternyataaa, ga dapet yang bagus, ada yang cocok hanya seharga Rp 200,000-. Jadilah dibeli. Sepatu yang sama untuk ke sekolah, olahraga dan ke gereja. Dengan harapan nanti ada dapet sepatu lain yang lebih bagus.

Udah dua bulan berlalu, tapi memang susah nyari sepatu untuk Kekel. Mungkin karena ukurannya yang nanggung. Ukuran anak-anak kekecilan, ukuran orang dewasa masih kebesaran.  Lalu Kekel mulai protes: aku juga perlu beli kaus untuk di rumah, perlu beli kolor, dan kaus dalem, juga celana dan kemeja *dooh, banyak amat?*  Lalu, pergi deh ke Matahari Dept Store untuk memborong semua keperluan Kekel itu. Baru dia happy. Walaupun belum ada sepatu baru.

Leave a comment »

Orang Kampung

telpon : ringing

inong : halo? uh. salah sambung.

kekel: apa nong? orang kampung?

Leave a comment »

Inong: Kelas 5 Semester 1

Jeremi yang sekarang sekolah di SD Dharma Putra Advent sudah ABG.  Sudah engga suka lagi kalo dipeluk-peluk atau dicium-cium sama Inongnya, apalagi kalo di depan temen-temennya.  Kalo di gereja, Inong ga boleh duduk di sampingnya, nanti Jeremi pasti pindah. *sigh*

Di sekolahnya yang baru, Jeremi buat Inong bingung.  Kalo dulu yang ilang adalah pensil dan bolpen, sekarang yang hilang buku cetak matematika dan dompet berisi uang. Haduh. Guru-nya sampe Inong suratin, tapi engga ada follow up dan dompet beserta isinya engga jelas kabarnya.

Selain itu, Jeremi lapor ada temennya yang ngancem akan menceburkan Jeremi di kolam dalem saat berenang. Inong engga kuatir soal renang karena Jeremi mah jagonya.  Tapi, inong agak sebel karena ada anak kelas 5 SD yang udah berjiwa preman macem gitu. Sampe Among dateng ke kolam renang untuk ngecek.

Prestasinya juga anjlok, Jeremi turun sampe ranking 10. Males banget dia belajar. Suatu kali inong dapet surat dari guru mandarinnya.  Waktu inong telpon, guru mandarin-nya marah-marah. Loh?

Untunglah semester berikutnya membaik, Jeremi naik jadi ranking 5 walaupun tetep males-malesan belajar. Inong terus-terus bertanya-tanya, apa sih yang salah. Apa Jeremi ga suka sekolahnya? Jeremi menjawab, emang ga suka, apalagi guru-gurunya galak. What? Owh no.

Jeremi sayang, belajar yang baik ya. Inong loves you. So much.

Leave a comment »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.